Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Niat Buka Puasa

Jaman sekarang mah orang kelakuannya pada aneh-aneh. Iyalah. Pada aneh semua. Kalo gue ditanya sih ya, gue jawabnya " social media effect " itu mah. Semuanya berakar pada masalah si media sosial itu. Jadi, keresahan pribadi aja sih ya. Gue itu seneng kalo ada temen-temen yang baik, shaleh dan rajin ibadah. Iya, beneran. Suwer. Suka gue lihatnya. Tapi, ada tapinya ini. Tapi, doa buka puasa jangan diganti dong ih. Doa buka puasa mah "allahumma laka sumtu, wabiika aamantu, wa 'ala rizqika afthartu, birahmatika yaa arhama rahimiin". Itu doa buka puasa. Kalo fenomena jaman sekarang mah udah diganti. Jadi gini "allahumma upload dulu, tak lupa pamer menu, juga tempat berburu, biar orang tau gue puasa gitu". Iya, gitu. Kalo ibadah dikit mah, jangan diumbar. Malu sama yang ibadahnya banyak. Kalo yang ibadah banyak juga jangan diumbar ih. Malu sama yang ibadahnya ikhlas. Ikhlas itu pamrih. Iya, pamrih. Gak boleh berharap sama manusia. Tapi tetap p...

Secerah Hati Pada Bingkai Jendela

Ini hati Ketika sepi ia merasa sendiri Saat sendiri mungkin ia tak merasa sepi Ini hati Tergeletak di tepi bingkai jendela Kala mentari menerobos sela-selanya Maka senyum cerahnya menular dan merasuki hati Ini hati Bercengkrama dengan daun-daun keladi Melepas tetes demi tetes air di atasnya Menghapus sisanya hingga tak terlihat lagi Ini hati Bergumul dengan sendiri Masih menanti yang telah pergi Meski ia tahu harus rela sendiri Ini hati Tergelitik oleh rambutan yang jatuh Ternoda getah yang enggan pergi Meski telah dicuci dan dicuci lagi Mana hati? Mungkin sedang ke kali Mengail udang yang sedang lengah Atau berenang bersama belut Itu hati Sedang berdiri di tepi bingkai jendela Bertegur sapa dengan mentari Melepas mentari pergi ke peraduannya Ini hati Menanti fajar datang lagi Agar kembali bertemu sang mentari Hati? Iya, hati Yang cerah kala di tepi bingkai jendela