Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

Ini Kami

Langitku tak lagi biru Mulai menguning dan kelabu Biarlah asap ini bertahan Biarkan saja api itu berkobar Karena kami sudah terbiasa Kami sudah pura-pura kebal Lihatlah, kami tidak mati Iya. Hari ini kami belum mati Toh, seperti makhluk hidup lainnya Suatu hari pasti mati Ini hanya jerebu Pelan-pelan merasuk dalam paru Ini hanya asap Yang tak lantas buat kita sekarat Biarkan saja asap itu Biar bumi ini tak lagi terlalu padat Biarkan saja bumi berjerebu Biar habis manusia ini

Belajar dari Traffic Light

Hari itu gue lagi galau. Ya biasa lah ya. Jaman sekarang, kalau ngaku galau, alasannya pasti karena lawan jenis. Salah gue juga sih ya. Gue sering nolak cowok dengan alasan ini. Dan yang terakhir kali gue tolak dengan alasan ini, jadi malah bikin gue galau. Kenapa gue nolak cowok ini, kalau pada akhirnya gue malah jadi nyesal sendiri? Alasan lama, tapi entah kenapa sering kejadian di gue. Suatu hari gue dekat sama cowok, gue cukup nyaman sama dia. Pada awalnya, gue bener-bener nganggap cowok ini teman biasa. Sampai pada akhirnya, seorang teman cerita kalau dia ada hati sama cowok ini. Disitu saya merasa nyesek. Eh, kok ya sak njelalah cowok ini nembak gue. Dan gue pun bingung. Pucin pala. Gue bilang ke dia, kalau gue nggak mungkin nerima dia. Karena gue dari dulu memang gitu. Enggak bisa nerima cowok yang disuka sama temen gue. Jadi, ya gue tolak aja. Dan temen gue enggak tau kalau gue pernah ditembak cowok ini. Enggak berani cerita gue. Lucu. Biasanya, gue bakal bersikap biasa aja...