Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Seberkas Rindu untuk Kopi ku

Seberkas rindu yang menggebu Tak lantas buat ku merelakanmu Ingin ku merangkul dan mendekap hangat aromamu Berteman dengan cita rasa yang tak lugu Mengecapmu dalam nadi Membiarkan bait bait rasamu menguarkan manisnya Dalam secangkir penuh aroma Aku memuja kecintaan kita Cinta akan rasa Cinta akan aroma Kerinduan yang tak lagi hanya dalam mimpi Membelenggu dalam ingatan hati Dan peluklah aku dalam hangat aromamu Menarilah dalam nadiku Ingatkan aku keberadaanmu Yang kini terlalu sulit untuk ku jamah Terimakasih untuk setiap pagi yang cerah Dengan cerita dan tawa mentari Terimakasih untuk setiap senja Menjemput malam sehitam warnamu

Donor Darah, Seberapa Sakit?

Siapa yang takut donor darah? Ngebayangin jarum segede itu, terus ditusukin ke lengan kita, terus darah kita diambil sekantong penuh. Oke. Terdengar serem yak. Dibalik kelakuan gue yang lebih sering kurang feminim, sejujurnya gue takut sama jarum suntik dan darah. Mual aja gitu kalo lihat darah. Sering sih dulu gue pengen donor darah, tapi selalu urung. karna gue takut sama darah dan jarum tadi. Setiap kali gue lihat teman yang donor darah, gue selalu mikir 'Widih, ini orang hebat banget sih'. Tapi hati gue belum tergerak untuk ikut donor. Dulu, waktu adek gue yang bungsu lahir, mama pendarahan. gue masih kecil, masih SMP, dan gue mikir 'kenapa orang-orang nggak mau donorin darahnya buat mama? Kalo gue cukup gede buat donor, gue bakal donor.' Tapi, setelah gede itu semua omong kosong. Setelah gue cukup umur buat donor, seorang sahabat gue kena kanker. Kebutuhan darahnya sampai banyak banget. Gue masih setia memanjakan rasa takut gue sama jarum suntik. Hingga akhirnya...