Yah, kalimat inilah yg menggerakkan ribuan pemuda Nusantara untuk ikut "Turun Tangan". Sebuah gerakan yg diinisiasi oleh tokoh fenomenal Indonesia, Anies Baswedan.
Turun Tangan, bukan gerakan jangka pendek untuk mengampanyeka seorang tokoh tertentu. Benar, gerakan ini diinisiasi oleh Anies Baswedan. Benar, kami disatukan oleh satu nama. Benar, kami menggunakan atribut dengan embel-embel Anies Baswedan. Namun, apakah mutlak gerakan ini hanya sebagai sarana mengumpulkan suara dukungan untuk inisiator?
Turun Tangan, siapa saja orang-orang didalamnya? Orang-orang yang peduli terhadap bangsa Indonesia. Orang-orang yang siap membantu melunasi janji kemerdekaan.
Dengan cara apa? Ada banyak hal tentunya. Meski terkadang hanya terlihat seperti sekedar kumpul-kumpul, namun ada banyak sekali ide tercetus dari kumpul-kumpul tersebut.
Turun Tangan tidak harus rame-rame? Benar. Tapi, kalau kita mengerjakannya sendirian, bukankah akan terasa lebih berat?
Anies Baswedan, tokoh yang menginisiasi gerakan ini, kini telah menempati posisi Menteri dalam kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi.
Pertama, selamat kepada Anies Baswedan. Semoga tetap amanah.
Kedua, selamat kepada relawan-relawan Turun Tangan. Semoga tetap bersatu padu. Tetap berjuang untuk melunasi janji kemerdekaan.
Perjuangan belum usai. Kita baru saja akan memulai langkah kita. Bersama-sama kita membangun bangsa. Dimulai dari hal terkecil di sekitar kita, tentunya.
Pajuang bukan?
Comments