Tak terasa, malam ini adalah malam ke dua tahun kepergian mu. Dua tahun kebersamaan mu dengan sang Pencipta di sana. Dua tahun menggenggam ku dalam kesendirian buta.
Terimakasih untuk lima belas tahun kebersamaan kita. Lima belas tahun persahabatan yang tak pernah bisa aku lupakan. Terimakasih untuk bahu mu yang selalu ada selama itu. Setiap pelukan hangat, ketika aku mulai bimbang. Setiap bahu tempat ku bersandar ketika aku mulai letih. Setiap semangat ketika aku mulai putus asa. Setiap nasehat ketika aku mulai lalai.
Terimakasih untuk lima belas hari terindah. Lima belas hari terbaik dalam lima belas tahun. Lima belas hari yang tak mungkin bisa ku lupakan. Lima belas hari yang meski singkat, selalu mampu mengingatkan aku, betapa aku selalu dicintai. Betapa aku aku dirindukan. Betapa aku diinginkan. Lima belas hari penuh warna.
Sejenak, hanya sejenak, aku menundukkan kepala dan membacakan sepenggal kalimat. Melantunkan sedikit bagian dari firman-Nya. Ya, hanya sejenak.
Tapi doa dan cinta tak berhenti saat kepala tak lagi tertunduk. Tak hilang meski jantung berhenti berdetak. Tak pudar meski tak lagi mampu menghirup partikel demi partikel udara.
Ini bukan tentang cinta berbalut napsu. Ini bukan hanya rasa memiliki yang buta. Bukan tentang sekedar keposesifan duniawi yang tak bermakna.
Ini tentang bagaimana cinta kita dipersatukan.
Dalam balutan manis persahabatan. Dalam dekapan hangat persaudaraan. Didampingi rasa ingin melindungi. Saling menuntun menuju surga abadi. Bertabur cita-cita duniawi yang bersanding dengan keinginan hakiki.
Terimakasih telah menjadi bagian hidup ku. Terimakasih untuk warna indah mu. Terimakasih untuk setiap senyum mu yang selalu mampu meyakinkan ku, bahwa aku tak pernah sendiri.
Dua tahun sudah kita tak lagi bersama. Tak lagi aku mampu menggenggam tangan mu ketika aku hilang arah. Tak lagi aku bisa bersandar di pelukan mu ketika aku mulai lelah. Tak lagi aku mendengar suara mu ketika aku kesepian.
Dua tahun penuh kerinduan.
Tapi aku percaya, kebaikan hati mu selalu dipertimbangkan oleh-Nya.
Hanya doa yang mampu aku berikan. Hanya doa, untuk membalas semua yang aku pernah aku terima.
Terimakasih sayang.
Terimakasih bintang ku.
Tidurlah yang tenang.
Untuk mu yang tak pernah terlupakan.
Aliansyah Leo Siswanto.
Bintang yang selalu menghias langit malam ku.
Comments