Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

Tanya Ku

Saat aku bernapas, terasa sesak. Aku bertanya "apa yang salah pada paru-paru?" Paru-paru diam. Ia tak bersalah. Justru ialah korbannya. Ketika ku pandang langit, langitku tak lagi biru. Aku bertanya "mengapa langit memudar, warnanya?" Langit tak bersuara. Diam-diam, langit masih bersinar biru dengan megahnya. Kala kulihat hutan, hutanku memerah. Kutanya padanya "mengapa hutan memerah?" Hutan diam. Tak lagi mampu menjawab tanyaku. Karena hutan tengah dilumat api. Diam aku menunggu hujan, hujan enggan turun. Ku tanya pada hujan "mengapa engkau enggan turun?" Hujan diam. Hujan masih resah pada bumi. Kuraba bumiku, penuh debu dan gersang. Kutanya bumi "mengapa engkau gersang?" Bumi diam. Bumi masih merindukan hujan. Pada siapa aku harus bertanya? Pada siapa aku harus meminta? Dengan mudahnya, banyak orang menjawab "Tuhan". Tuhankah yang harus dipersalahkan? Bukankah atas keramahan Tuhan, masih ada rumput hijau yang ...

Kamu

Mungkin kita memikirkan hal yang sama. Mungkin kita menginginkan hal yang sama pula. Mungkin juga kita tak saling menyadarinya. Atau mungkin kita tengah saling menyadari. Karna, mungkin tuhan belum memutuskannya. Karena kita saling tatap dari kejauhan. Aku ingin merayu. Bukan padamu. Tapi pada pemilik hatimu. Pemilik hatiku. Pemilik hati kita. Iya. Aku ingin merayunya untuk mendekatkan kita. Tapi aku terlalu takut. Takut membuatmu kecewa. Entahlah. Jika bibir ini pernah berkata "tidak", yah, kamu pernah mendengarnya. Jauh, jauh disuatu tempat disana, aku ingin kita duduk bersama. Aku hanya manusia egois yang kadang tak berpikir logis. Cinta kadang menggerus logika. Harusnya aku menjauh. Namun selalu ada rindu dalam sapamu. Entahlah. Haruskah kita merayu? Haruskah kita mengejar ego ini? Sudahlah. Besok malam akan ku rindukanmu lagi. Sekarang aku ingin tidur. Tidurlah. Lelah ini tak berujung. Tidurlah. Jalan kita masih jauh. Tidurlah. Dan kita terlelap da...

Meresapi secangkir kopi

Sering nongkrong di Starb**k atau exce**o? Pasti nggak asing dong ya sama kopi. Minuman berwarna hitam ini memang lagi marak diminati. Apalagi, anak-anak muda yang hobi nongkrong. Walaupun kadang cuma mesan kopi secangkir, nongkrong berjam-jam sambil menikmati wifi gratisan di coffee shop. It's oke lah ya. Kita ini tinggal di Indonesia. Negara yang hasil kopinya melimpah. Penghasil kopi keempat di dunia. Punya banyak jenis kopi enak. Surganya pecinta kopi kaya gue gini. Tapi sayangnya, gak semua peminum kopi ngerti kualitas kopi. Kebanyakan orang, kalau disodorin kopi, terus ditanya "aromanya gimana?" Bakalan jawab "aroma kopi". Kalo ditanya rasa, "rasanya kaya kopi. Tapi enak". Udah. Gitu aja. Tanya coba sama yang rajin nongkrong di Starb**k, gimana rasa kopinya? Tapi jangan tanya gue ya. Gue nggak pernah mampir starb**k. Bukan kenapa-kenapa, di Pekanbaru nggak ada starb**k soalnya. Pernah kebayang nggak sih, minum kopi tapi berasa ada rasa citrusn...