Saat mentari menari bersama awan,
Aku yakin, bulan akan menemukan awannya.
Nanti, disaat yang pasti datang
Meski entah kapan
Dan ketika bentang rindu memercik kata
Tawa luka tak lagi mampu terdengar telinga
Dengan gemuruh bisikan angin malam
Aku mencoba curi dengar dari pujangga
Jika langkah yang entah kemana tak lagi perkasa
Cahaya mulai memudar dipojok cakrawala
Ingin ku tebas rimba buta ini
Membiarkan sengatan sang dewa menyentuh kulit yang luka
Biarkan sang luka
Biarlah perih itu
Tinggallah dalam dekap lantunan nada sumbang sang malam
Bertahanlah bersama derasnya hujan yang tajam
Jika nanti rembulan bertemu awannya
Aku ingin memperdengarkan lagu rindu itu
Agar mereka mengerti
Dan lalu berdansa dengan lagunya
Bila malam terlalu jauh
Akan ku jemput senja untukmu
Bukan malam yang pekat
Bukan Malam yang memisahkan
Bukan Malam yang membutakan
Gemuruh itu yang menulikan kita
Belukar dan rimba yang menjadi dindingnya
Duri dan ranting yang entah mengapa telalu tajam menusuk
Jika nanti tiba waktunya malam
Biarkan aku melihat rembulan menari
Dalam gerakan anggun bersama awan malam
Jika nanti mentari dipisahkan dari awannya
Lepaskanlah lara bersama sengatannya
Inilah kerinduan
Ingin menggenggam malam
Menunggu lagu sumbangnya
Disini aku duduk tidak dengan siapa-siapa
Rach
Comments