![]() |
| INI INDONESIA KITA |
Tujuh puluh satu tahun yang lalu, Soekarno - Hatta dan pemuda-pemuda Indonesia mencatat sejarah. Satu sejarah yang hingga kini terus dirayakan oleh kita, bangsa Indonesia.
Di bulan ini, pada tanggal tujuh belas, Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan.
Di bulan ini, pemuda-pemuda (seumuran gue) menrayakan kemenangan Indonesia.
Oke. Mulai terasa terlalu kaku.
Coba, apa sih yang kita ingat tentang Agustus 1945?
Proklamasi? Pasti.
Hiroshima dan Nagasaki di Bom sekutu? Ada yang ingat? Mungkin.
Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang. Ada yang tahu?
Oke. Terlepas dari itu semua, intinya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan pada Agustus 1945. Di rumah Laksamana Maeda, Jl. Medan Merdeka, jam 10 pagi. Udah.
Terus apa?
Pada hari itu, Indonesia sudah samapai pada "Pintu Gerbang Kemerdekaan".
Oke, gue ulangi lagi. PINTU GERBANG KEMERDEKAAN. Itu tertulis di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,"
- Memajukan kesejahteraan umum
- Mencerdaskan kehidupan bangsa
- Ikut melaksanakan ketertiban dunia
Ada tiga janji kemerdekaan yang tercatat di pembukaan UUD 1945. Mana yang udah terpenuhi?
Gue ingat, satu pernyataan yang disampaikan Pandji Pragiwaksono. Indonesia memang enggak sempurna, tapi dia layak untuk diperjuangkan.
Kita tahu, sampai hari ini masih banyak kejadian sableng yang terjadi di Indonesia. Katakanlah, korupsi yang, yah, walaupun mulai redup di pemberitaan, tapi gue yakin masih terjadi. Hutan alam yang tinggal segitu-gitunya. Anak-anak yang masih harus turun kejalan, jualan koran, nyemir sepatu, ngelap mobil, cuma buat ngelanjutin sekolahnya.
Terus, dimana kita? Duduk diam sambil mengutuk pemerintah? Atau jalan-jalan sambil main pokemon go? Kalo gue sih, duduk di depan monitor sambil ngetik ini. (eh)
Disini, hari ini, dengan banyaknya sekolah-sekolah keren dengan kualitas setara internasional, masih ada sekolah yang bangunannya juga belum layak. Dimasa pendidikan menjadi perhatian pemerintah, dengan APBN 20 persen untuk pendidikan, masih banyak generasi yang terabaikan dan tak tersentuh. Saat dana BOS dan gratis biaya sekolah bisa dinikmati, masih banyak anak-anak yang harus rela waktunya digunakan untuk mencari tambahan uang hanya sekedar untuk membeli buku sekolah.
What an absurd situation.
Perjuangan kemerdekaan ini belum selesai.
YA. Kita merdeka.
YA. Kita udah lepas dari penjajah.
Tapi, bukan berarti perjuangan ini selesai.
Agustus. Bulan perayaan kemerdekaan Indonesia.
Terus apa?
Tujuh puluh tahun yang lalu, pemuda-pemuda mencatat sejarah.
Kali ini, pemuda-pemuda, apa yang akan kita lakukan untuk Indonesia?

Comments