Gue, orang yg gak suka aroma durian. Nih, gue capslock. Gue gak suka AROMA durian. Dimana gue mikirnya, durian udah pasti gak enak. Kenapa? Aromanya aja bikin gue mabok. Udah gitu, jelek gitu. Banyak duri. Iya kan ya? Buat yg pernah nyicip durian, rata-rata bakal bilang "gila lu. Durian kan enak," gitu. Tapi apa? Gue tetap aja gak suka, karna dari perspektif gue, durian itu bau dan jelek. Gue tau gak rasa durian? Ya gak. Kenapa? Gak pernah nyoba. Tapi, kok gue berani bilang, kalo gue gak suka durian? Ya karna gue lihat dari perspektif, kalo gue gak suka aja sama baunya. Baunya bikin isi perut gue keluar semua. Terus apa? Gini, kita sering kali melihat sesuatu dari perspektif kita. Merasa udah benar, dan merasa udah tahu. Terus, kita jadinya gak mau menerima perspektif yang lain, dengan asumsi, bahwa kita udah punya kesimpulan sendiri. Sayangnya nih, orang kaya gini nih banyak banget. Kenapa kok sayang? Ya karna dia gak mau menerima pandangan lain. Alasannya? Pandangan d...
INI INDONESIA KITA Agustus. Bulan Kemerdekaan. Tujuh puluh satu tahun yang lalu, Soekarno - Hatta dan pemuda-pemuda Indonesia mencatat sejarah. Satu sejarah yang hingga kini terus dirayakan oleh kita, bangsa Indonesia. Di bulan ini, pada tanggal tujuh belas, Teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Di bulan ini, pemuda-pemuda (seumuran gue) menrayakan kemenangan Indonesia. Oke. Mulai terasa terlalu kaku. Coba, apa sih yang kita ingat tentang Agustus 1945? Proklamasi? Pasti. Hiroshima dan Nagasaki di Bom sekutu? Ada yang ingat? Mungkin. Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang. Ada yang tahu? Oke. Terlepas dari itu semua, intinya, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan pada Agustus 1945. Di rumah Laksamana Maeda, Jl. Medan Merdeka, jam 10 pagi. Udah. Terus apa? Pada hari itu, Indonesia sudah samapai pada "Pintu Gerbang Kemerdekaan". Oke, gue ulangi lagi. PINTU GERBANG KEMERDEKAAN. Itu tertulis di pembukaan Undang-Un...